Apa yang akan terjadi pada unjuk rasa 4 November 2016 ?
Tinggal sehari lagi , 4 November 2016 rencananya akan digelar demo besar-besaran di ibukota Jakarta.
Oleh banyak pengamat , demo besar-besaran yang akan digelar kali ini dinilai cukup serius. Sebab , rencana demo yang dipicu oleh pernyataan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama alias Ahok ini sudah memasuki ranah yang sangat sensitif dan peka di Indonesia , yaitu SARA.
Ini tidak lepas dari pernyataan kontroversial dari Ahok yang kemudian dianggap telah melecehkan kepercayaan para pemeluk agama Islam.
Selain dikhawatirkan akan pecah konflik agama , para pengamat dan juga penguasa sangat mengkhawatirkan pecahnya konflik atau huru-hara etnis sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun 1998 silam dan juga sebelumnya tahun 1973-1974.
Saat itu , terjadi kasus bekar mengkremasi dan penjarahan terhadap WNI keturunan.
Pada kasus yang terjadi jelang Pilgub Jakarta 2016 ini , meski tidak sama ataupun serupa pemicunya namun memiliki potensi ancaman yang hampir serupa dengan huru-hara tahun 1998 dan tahun 1974.
Tidak lain yaitu – alasannya apapun dan bagaimanapun juga - Ahok yaitu WNI keturunan.
Yang ironisnya , sebagai pemeluk agama minoritas justru melontarkan pernyataan yang dianggap menyakitkan hati dan menghina pemeluk dan agama lebih banyak didominasi di Jakarta ( dan juga di Indonesia ).
Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Ahok tersebut telah dilaporkan untuk mampu diproses secara hukum. Demikian halnya , ormas-ormas Islam besar dan MUI telah menunjukkan pernyataan serupa.
Bagaimanapun juga pernyataan Ahok tetap diminta untuk diproses secara hukum.
Hanya saja , proses tersebut sepertinya belum berjalan sesuai menyerupai yang dibutuhkan oleh banyak pihak.
Mantan Presiden SBY , bahkan menyempatkan diri untuk “turun gunung” menunjukkan klarifikasi secara pribadi terkait dengan agresi demo besar-besaran 4 November dan terhadap kasus dugaan pelecehan agama oleh Gubernur Ahok ini.
Mantan Presiden SBY menilai dan menekan semoga Bapak Ahok harus tetap diproses secara hukum. Sebab kalau tidak , maka seperti Ahok ini kebal hukum.
Menimbang suhu kota Jakarta yang mulai memanas – meskipun ada beberapa pengamat yang menyatakan kalau kondisi Jakarta gres mulai sedikit hangat “ suam-suam kuku” termasuk pernyataan dari Yenny Wahid dalam sebuah wawancara – namun bagaimanapun juga untuk mengantisipasi dan berjaga-jaga pemerintah dan pihak berwenang mulai menyiapkan diri.
Beberapa lama setelah melaksanakan “Lobi Berkuda” dengan mantan pesaingnya Prabowo S , Presiden Jokowi kemudian melaksanakan “Lobi Ulama”.
Di depan para ulama dan pemimpin ormas Islam yang diundang dan dikumpulkan , Presiden Jokowi mengharapkan semoga para ulama “ngademi-ademi” , mendinginkan suhu politik Jakarta jelang demo 4 November ini.
Dan tentu saja tidak ketinggalan dengan pegawanegeri penegak keamanan.
Lewat para petingginya , baik POLRI dan TNI menghimbau , seandainya berdemo semoga dilakukan dengan santun , tertib dan aman. Serta menghindari tindakan-tindakan yang anarkis dalam bentuk apapun. Dikabarkan , selain telah melaksanakan koordinasi dan apel-apel kesiagaan , pegawanegeri berwenang juga telah mempersiapkan jajaran personilnya.
Pihak POLRI bahkan dikabarkan telah menyiapkan Pasukan Khusus Bersorban untuk mengawal agresi unjuk rasa 4 November nanti.
Dimana Pasukan Khusus yang merupakan bagia dari ribuan personil POLRI ini bahkan dikabarkan bersorban dan berpeci putih. Sedangkan dari jajaran POLWAN disiapkan juga 300 POLWAN berjilbab yang berperan sebagai negoisator.
Bahkan kalau dihitung secara keseluruhan , personil yang disiapkan untuk mengawal agresi demo kepada Ahok ini sampai mencapai 18 ribu personil yang merupakan gabungan dari TNI , POLRI dan Satpol PP.
Dengan melihat angka-angka dan jumlah yang disiapkan oleh pemerintah dan pegawanegeri keamanan tersebut , maka mampu “dibaca” bahwa kondisi politik di Jakarta yaitu sangat serius.
Secara tegas baik POLRI dan TNI telah menyatakan akan menindak para pelaku demo 4 November yang berlaku anarkis.
Hanya saja memang tidak disebutkan secara rinci , bagaimana bentuk tindakan tegas pegawanegeri keamanan dalam mengawal unjuk rasa kepada Ahok ini.
Tetapi , alih-alih menjadi galau dan bertanda tanya wacana bagaimana bentuk tindakan pengamanan yang akan dilakukan oleh pegawanegeri ( TNI , POLRI dan satpol PP ) , sekarang bayangkan , apa yang kira-kira akan terjadi pada Demo 4 November 2016 nanti kalau dipasangi dengan formasi Pagar Betis yang menyerupai di bawah ini ?
img src : humorterkinidotcom
Lihat juga yang ini :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar