Menelan air kolam merupakan hal yang tidak biasa sekaligus hal yang biasa.
Maksudnya , pada kondisi normal tentu tidak akan ada orang yang mau secara sengaja menelan air kolam. Namun ketika sedang berenang , sudah menjadi hal yang sangat biasa , ketika seorang perenang tertelan air kolam , bahkan bagi seorang perenang yang sangat andal sekalipun.
Jika suatu ketika anak anda , anggota keluarga anda atau bahkan anda sendiri tiba-tiba terserang batuk beberapa ketika setelah berenang , tidak bisa tidak hal itu patut dicurigai dikarenakan tertelan air kolam ketika berenang.
Sebab pada sebuah kolam renang biasa menggunakan materi kimia berjulukan kaporit atau kalsium hipoklorit dan sejenisnya yang difungsikan sebagai disinfektan.
Dan boleh dikata , Kaporit atau Kalsium Hipoklorit ini merupakan materi kimia yang termasuk “keras”.
Pada ketika berada dan bercampur air , Kaporit atau Kalsium Hipoklorit akan bereaksi dan terdekomposisi melepaskan ion klorin dan oksigen.
Karena kerasnya Kaporit atau Kalsium Hipoklorit , materi kimia ini dalam industri selain digunakan sebagai disinfektan juga untuk bleaching agent ( materi pengelantang ) yang bisa memutihkan benda yang dikenakan padanya.
Selain ancaman Kaporit , gotong royong masih ada ancaman lainnya yang mengintai ketika seseorang mandi di kolam renang , kemudian secara tak sengaja menelan airnya.
Sebab , bagaimanapun bersihnya , bagaimanapun pengelola mencoba mendisinfeksinya , air kolam renang merupakan salah satu daerah yang sangat rentan bagi pertumbuhan ( atau bahkan sarang ) banyak sekali macam kuman dan bakteri.
Beberapa jenis kuman yang biasa dan umum berada di sebuah kolam renang antara lain Shigella , E. Coli , Giardia , dan Paracites Cryptosporidium , dan beberapa jenis lainnya.
Dan semuanya sudah tahu , kalau kuman ini bisa menjadi pembawa atau menyebabkan beberapa penyakit.
Sehingga ketika hingga tertelan air kolam ketika berenang , hal-hal yang di bawah ini sangat mungkin terjadi :
1. Terserang penyakit disentri
Jika hingga tertelan air kolam , tidak mustahil kalau kemudian terserang penyakit Disentri , terutama sekali ketika daya tahan dan system kekebalan tubuh sedang lemah.
Sebab kuman penyebab disentri dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang di kolam renang. Terutama ketika telah terkontaminasi oleh penderita sebelumnya.
Penyakit disentri disebabkan oleh bisul dari jenis bakteri Shigella.
Penderita disentri dapat mengalami gejala demam , mual , muntah , diare , kram , dan sakit kepala.
Sebab kuman penyebab disentri dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang di kolam renang. Terutama ketika telah terkontaminasi oleh penderita sebelumnya.
Penyakit disentri disebabkan oleh bisul dari jenis bakteri Shigella.
Penderita disentri dapat mengalami gejala demam , mual , muntah , diare , kram , dan sakit kepala.
2. Mengalami Diare
Penyakit diare umumnya disebabkan oleh bisul dari kuman Eschericia Coli atau E. Coli , yang menyerang adegan usus , sehingga menyebabkan tinja mengandung banyak air (encer/mencret).
Eloknya , Bakteri E. Coli ini merupakan salah satu kuman yang paling banyak ditemukan di kolam renang.
Eloknya , Bakteri E. Coli ini merupakan salah satu kuman yang paling banyak ditemukan di kolam renang.
3. Bisa terkena Diare Akut
Agak berbeda dengan penyakit Diare yang disebabkan oleh kuman Coli , Diare akut lebih disebabkan oleh bisul dari jenis protozoa yang menyerang pada adegan usus.
Gejala yang umum pada penderita diare akut antara lain kram perut , kembung , sering buang air , muntah , pucat , dan sakit badan.
Penderita diare akut juga bisa mengalami krisis gizi , karena tubuh tidak lagi bisa menyerap nutrisi makanan.
Air kolam renang – sebagaimana air tawar lainnya – merupakan daerah yang ideal bagi kembang tumbuh Giardia Enteritis , sejenis Protoza yang menjadi penyebab penyakit diare akut.
Gejala yang umum pada penderita diare akut antara lain kram perut , kembung , sering buang air , muntah , pucat , dan sakit badan.
Penderita diare akut juga bisa mengalami krisis gizi , karena tubuh tidak lagi bisa menyerap nutrisi makanan.
Air kolam renang – sebagaimana air tawar lainnya – merupakan daerah yang ideal bagi kembang tumbuh Giardia Enteritis , sejenis Protoza yang menjadi penyebab penyakit diare akut.
4. Bisa mengidap Cacingan
Mengapa bisa cacingan ?
Lha iya lah. Wong namanya kolam renang umumnya kan di daerah terbuka.
Yang meski telah dilakukan dis-infeksi , namun dengan demikian banyaknya orang yang masuk berenang ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan , cacing beserta telur dan larvanya dapat saja hidup dan berkembang. Dimana ketika hingga tertelan air kolam , maka secara tak sengaja juga akan memasukkan cacing atau telurnya ke dalam pertu , lalu berkembang biak di sana.
Akibatnya : cacingan.
Lha iya lah. Wong namanya kolam renang umumnya kan di daerah terbuka.
Yang meski telah dilakukan dis-infeksi , namun dengan demikian banyaknya orang yang masuk berenang ditambah lagi dengan pengaruh lingkungan , cacing beserta telur dan larvanya dapat saja hidup dan berkembang. Dimana ketika hingga tertelan air kolam , maka secara tak sengaja juga akan memasukkan cacing atau telurnya ke dalam pertu , lalu berkembang biak di sana.
Akibatnya : cacingan.
5. Beresiko terkena Penyakit Kuning
Sama juga dengan disentri , penyakit kuning juga disebabkan oleh kuman , meski berbeda jenis bakterinya. Penyakit kuning disebabkan oleh bisul dari bakteri Leptospira.
Bakteri ini menyerang hati sehingga fungsinya menjadi menurun. Kadar bilirubin di hati meningkat sehingga kulit tubuh menjadi kuning , utamanya pada adegan putih mata.
Meski pada umumnya Bakteri Leptospira terdapat pada air kencing tikus yang terinfeksi , kuman ini bisa juga hidup dan berkembangbiak di kolam renang akhir tikus yang membuang air seninya di kolam renang.
Sebab Leptospira juga memiliki kemampuan bertahan hidup di dalam air yang bersih dan jernih yang menggenang.
Penyakit kuning biasanya ini ditandai dengan munculnya demam , menggigil , kulit menjadi berwarna kuning , pendarahan , dan ruam pada kulit.
6. Bisa juga terkena Hepatitis A
Penyakit hepatitis A disebabkan oleh sejenis virus yang hidup dan berkembang terutama di air yang kotor. Maka ketika air kolam renang telah kotor dan sangat mungkin terdapat virus penyebab penyakit hepatitis A dan tertelan , karenanya yang menelan juga beresiko terkena hepatitis A.
Nah itulah beberapa ancaman yang bisa terjadi kalau hingga tertelan air kolam ketika berenang.
Namun tentu saja , hal-hal tersebut tidak dimaksudkan untuk menyurutkan dan menciutkan niat dalam berenang. Sebab bagaimanapun juga berenang merupakan salah satu olah raga yang baik dan menyehatkan tubuh.
Berenang juga dapat membantu untuk bisa menerima tubuh yang ideal.
Hanya saja yang perlu diperhatikan yaitu supaya teliti dan hati-hati dalam memilih kolam renang.
Apabila terlihat air kolam renang sudah terlampau kotor , sebaiknya urungkan dulu niat berenang hari itu. Kemudian ketika berenang usahakan untuk tidak banyak-banyak tertelan air kolam.
Dan seandainya setelah berenang , tubuh mencicipi hal-hal yang kurang wajar dan tidak enak , sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Jika tertelan yang ini juga bisa problem :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar