Selasa, 22 Agustus 2017

Masalah Kesehatan Mengkhawatirkan Yang Tidak Kamu Duga Ini Bisa Menimpa Jika Terlalu Banyak Makan

| No comment

Apa yang mungkin akan terjadi kalau kau terbiasa terlalu banyak makan ? 
( Eh...yang bener itu banyak makan , atau ......makan banyak ? Kalau banyak makan itu kan artinya bebek yang sedang makan. Sedang , kalau makan banyak artinya kan sedang makan bebek ? Kok ...keduanya kedengarannya agak ganjil bagi pendengaran orang Jawa ya. ...Entah..lah ..malah gundah sendiri ). 
Kamu pasti sudah tahu kalau terlalu banyak makan bergotong-royong ialah tidak baik. 
Tapi kau mungkin hanya akan mengira , kalau terbiasa banyak makan pastinya akan kekenyangan , jadi sedikit malas bergerak , dan paling-paling .... tubuh jadi “sedikit” melar , tambah gendut.
Dan perkiraaan kau , itu semua memang benar. Tetapi masih kurang , alasannya tidak hanya itu saja akibatnya. 

Ketika kau terbiasa terlalu banyak makan , masih ada begitu banyak problem kesehatan mengkhawatirkan yang bahkan kau tidak pernah duga yang mampu saja menimpamu. 

Berikut diantaranya : 

1. Mengalami problem kenaikan berat tubuh , tubuh jadi gendut 

Masalah yang satu ini semua orang sudah pasti tahu , sehingga tidak perlu panjang lebar membahasnya. Jadi..lanjut saja. 

masalah kesehatan alasannya terlalu banyak makan

2. Obesitas 

Iya sih kalau hanya “sedikit” gendut , tetapi bagaimana kalau hingga terjadi obesitas ? 
Sedangkan kau juga sudah tahu , terutama kalau menonton tayangan TV , betapa begitu repotnya orang yang telah mengalami obesitas. 
Mau menggerakkan tubuh sendiri untuk berjalan saja tidak mampu , harus butuh pinjaman orang lainnya. Dan yang benar-benar mengkhawatirkan , disebutkan orang-orang yang mengalami obesitas ( kalau tidak segera ditangani ) nasibnya berakhir mengenaskan.

3. Merepotkan dan membahayakan fisik 

Tidak hanya merepotkan , kalau hingga mengalami “sedikit gendut yang berlebihan” alias obesitas juga akan membahayakan fisik sendiri. 
Boro-boro untuk berjalan yang mampu berdampak lutut jadi “koklok” , lha wong untuk duduk saja akan menimbulkan punggung sakit , alasannya tulang-belulang sudah tidak berpengaruh menyangga betapa beratnya badan. 
Lihat kan di TV , orang-orang yang mengalami kegemukan , kerjanya hanya berbaring “lethah-lethah” saja ? 

4.Bisa mengalami krisis kepercayaan diri , atau malah gangguan mental 

Berani taruhan ( ...eh jangan ..taruhan itu terlarang kok...) , kalau dihitung-hitung , dari sekian banyak orang-orang yang mengalami kegemukan alias obesitas dan tetap memiliki rasa PD yang tinggi , jumlahnya pasti mampu dihitung dengan jari. 
Ini bukan mendiskreditkan , tetapi fakta. 
Orang-orang yang mengalami kegemukan alias obesitas kebanyakan mengalami krisis kepercayaan diri , sekurangnya tidak Pede dengan penampilan dirinya. 

Jujur saja deh , ungkapan “ Big is Beautiful” bergotong-royong berlaku dan terpaksa harus dikatakan ketika , gendutnya sudah tidak ketulungan lagi. 
Parahnya , ketika rasa kurang pede , minder atau krisis kepercayaan diri ini terus berlarut , tidak mustahil akan mampu mengalami “sedikit” gangguan mental , meskipun belum bener-bener “miring” , alasannya terus dilanda rasa cemas ( bukan gemas lho....kalau gemas kan kalau molek ) dan depresi. 

5. Akibatnya akan memiliki kecenderungan untuk melaksanakan diet esktrem yang tidak sehat 

Sebaliknya , alasannya begitu ketakutan dengan akhir yang mampu timbul – terutama dampak terhadap penampilan , jadi kurang indah semampai , gitu – maka kemudian berusaha mati-matian untuk menurunkan berat badannya. 
Yang alasannya alasan ini pula , pada akhirnya muncul kecenderungan untuk melaksanakan diet ekstra ketat. Yang tentu saja sangat tidak dianjurkan , alasannya memang tidak sehat. 
Sebab , tubuh insan bukanlah sebuah balon , yang mampu ditiup sebesarnya lalu dikempeskan begitu saja. 

6. Ini yang lebih mengkhawatirkan , akan “mengundang” banyak sekali penyakit lainnya 

Pasti pernah dengar juga kan , ungkapan nasehat orang renta : “penyakit itu datangnya dari perut”. Dan faktanya memang begitu , dari perutlah , hampir semua penyakit dimulai. 
( Tidak hanya alasannya banyak begadang ) , ketika perut kosong , penyakit akan mudah datang. Namun ketika perut terlalu penuh pun , jadinya juga tidak lebih baik , malah lebih buruk , lebih banyak penyakit yang lebih mudah datang. 
Apalagi kalau hingga kegemukan. 
Berbagai penyakit berat akan mengintai. Masalah pencernaan , penyakit jantung , kolesterol tinggi , tekanan darah , stroke , Sleep Apnea dan beberapa jenis kanker , sudah “anguk-anguk kulo nuwun” , menunggu waktu untuk segera menyerang.

7. Bahkan akan menimbulkan problem anyir mulut 

Masalah yang satu ini mungkin juga kau tidak akan menduganya. Namun , kebiasaan terlalu banyak makan ternyata juga mampu menimbulkan problem anyir lisan atau mulutmu bau. 
Mengapa ? 

Untuk menjelaskannya , coba simak saja dongeng bijaksana di bawah ini. 
Alkisah , pada jaman dulu kala ada seorang raja muda yang meski tidak tampan maksimal tapi sangat gemar makan hingga kenyang maksimal. Makan berat ialah hobi berat baginya. 
Sudah begitu banyak nasehat yang dituturkan – tentu saja oleh para penasehat kerajaannya – semoga raja menghentikan – setidaknya mengurangi – kebiasan buruk dan tidak sehat ini. 
Tetapi semua nasehat “menter” , tidak mempan. 
Hingga akhirnya tibalah seorang alim pintar bijaksana – yang tentu saja diminta untuk menasehati sang raja. 

Namun alasannya namanya saja orang pintar bijaksana , beliaunya ini malah tidak pernah menasehati sang raja sebagaimana yang diminta dilakukan para penasehat. 
Menurutnya , lha wong ...namanya saja raja , sang penguasa , rasanya dan mestinya kok tidak patut kalau dinasehati. Mestinya penguasa-lah yang memberi pola dan menasehati. 

Bahkan , sang pintar malah seolah mengamini kebiasaan buruk raja , dengan selalu ikut menemani ketika sang raja menyantap makanan apa saja , meski tidak ikutan makan. 
Hanya saja ketika setiap raja makan apa saja , sang pintar bijaksana selalu minta sedikit sisa makanan pada sang raja. 
Yang anehnya tidak dimakannya , melainkan malah dimasukkan ke dalam sebuah tong yang memang sengaja telah disediakannya. 

Meski heran , tapi raja tetap memenuhi seruan sang arif. Tetapi alasannya pada akhirnya tidak tahan , raja akhirnya bertanya. 
Namun sang pintar tidak mau pribadi menjelaskannya. Sang pintar malah hanya berkata , “jika Baginda ingin penjelasannya , tolong besok pagi ikut saya”. 

Karena penasaran ingin tahu jawabannya , paginya raja pribadi mengikuti sang pintar , yang tanpa ba-bi-bu tiada kata-kata pribadi membuka tong daerah menyimpan sisa makanan raja yang selalu dimintanya. Yang tentu saja pribadi tercium anyir yang busuk keterlaluan bagi raja. 
Raja bahkan juga sempat melirik dengan ekor matanya ( meski mata bergotong-royong tidak berekor ) bentuk makanan sisanya yang “mletrek” ndak karuan bentuknya dan terlihat “krugat-kruget” alasannya ada “singgat” belatung diantaranya. 

Kontan saja Raja merasa seneb , sebah , mules , mual mau muntah.
Tetapi sang pintar malah dengan damai ( semoga lebih dramatis... , sambil mengelus jengot panjang putihnya ) berkata : 
“Seperti itulah kondisi sisa makanan yang Baginda lahap setiap ketika setelahnya , sedangkan itu gres sedikit sisa saja. Makara “bayangin aja” , kira-kira menyerupai itulah isi perut baginda , padahal yang anda santap begitu keterlaluan jenisnya , begitu keterlaluan jumlahnya”. 

Sejak itu , baginda Raja kapok , tidak hanya kapok lombok , tetapi benar-benar “kapok ora ilok” dan menghentikan kebiasaan buruknya yang suka makan keterlaluan ( ini malah lebih membingungkan kalimatnya...keterlaluan kok dimakan..) 

Dengan menyimak dongeng sang raja di atas , bergotong-royong sudah mampu terbaca , tidak hanya problem anyir saja , melainkan juga banyak sekali problem kesehatan mengkhawatirkan mampu terjadi kalau terlalu banyak makan. 

Jadi...masihkah kau suka makan dengan keterlaluan ? 
( Apakah kau tahu siapakah "keterlaluan" itu ? Sebab kalau makan biasanya kan dengan si Ani , si Ana atau Si Anu..) 
Baca juga : 
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Accordition