Rabu, 30 Agustus 2017

Pisang Goreng Ini Harganya 69 Ribu Rupiah Tetapi Tetap Saja Laris Manis. Simak Penyebabnya

| No comment
Yang namanya orang Indonesia pastinya tidak ada yang tidak pernah menikmati pisang goreng.
Sebab boleh dikata , pisang goreng yakni “makanan rakyat” Indonesia.
Selain mudah dibuat dan murah meriah , pisang goreng juga akan sangat nikmat dinikmati , apalagi dikala masih hangat , di trend penghujan lagi. Gizinya juga cukup tinggi.

Karena itulah , pisang goreng termasuk jajanan yang paling mudah ditemukan dimana-mana dan laris manis.

Sehingga dikala ada orang yang berjualan dan dagangannya laris , sering dikatakan larisnya menyerupai jualan pisang goreng.

Namun semua orang juga tahu , meski merupakan jajanan yang paling disukai dan banyak dikonsumsi , harga pisang goreng tidaklah seberapa. Paling hanya dengan selembar uang ribuan sudah bisa menerima sebiji pisang goreng. Atau beberapa lembar uang ribuan , jikalau pisang goreng tersebut dikreasi dengan banyak sekali materi embel-embel lainnya , misalnya dengan coklat , meisis atau keju.

Makara , pastinya tidak akan pernah membayangkan jikalau sepotong pisang goreng bisa berharga puluhan ribu rupiah.

Namun itulah yang terjadi , ada 3 potong pisang goreng yang dijual seharga 69 ribu rupiah , yang itu artinya berharga 23 rupiah per potong pisang goreng. Dan eloknya , pisang goreng mahal tersebut tetap laris manis diserbu pembeli.

Apa penyebabnya ?

Kejadian harga pisang goreng yang “aneh” di atas , memang benar-benar terjadi. Hanya saja kejadiannya tidak di Negara Indonesia , melainkan di London , Inggris.

Beberapa waktu lalu , di Potters Field Park , London di sebelah Sungai Thames yang terkenal digelar sebuah program yang dinamakan Indonesian Weekend.

Indonesian Weekend yakni sejenis festival budaya , masakan serta wisata Indonesia yang digelar selama 2 hari oleh Komunitas Bangga Indonesia dan sejumlah kementerian di Tanah Air.

Dan sesuai temanya , maka dalam program tersebut disajikan banyak sekali makanan tradisional yang eksotis dari Indonesia. Mulai dari sate , nasi goreng , bakso , es cendol , hingga pisang goreng.

Eloknya , yang membuka stan makanan alias warung pingir jalan di ajang festival tersebut tidak hanya melulu perwakilan Indonesia melainkan juga warga London asli.
Misalnya Warung Windsor , Bakso Bola-Bola dan Cafe Java yang menyajikan makanan tradisional khas Indenesia.

Selama dua hari penyelenggaraan festival , terlihat ratusan warga London yang rela memadati area Potters Field Park untuk melihat-lihat dan merasakan betapa eksotisnya makanan khas Indonesia ini.
Dan salah satu warung makanan yang terlihat mengular pengunjungnya yakni pada Cafe Java , yang menjual jajanan Pisang Goreng dan minuman Es Cendol
Rata-rata pengunjung tertarik dengan menu yang disajikan di kios ini.

Salah satu warga London yang berjulukan Arnaud misalnya.
Pemuda ini bahkan rela mengantri hanya untuk bisa menikmati bagaimana rasanya pisang goreng Indonesia. Dan begitu berhasil betapa nikmatnya pisang goreng Indonesia , coba simak apa komentar Arnoud :
“Jika kedua menu ini dijual di London , mungkin gua akan sering mengonsumsinya , menggantikan pizza dan soda ,” kata Arnaud.

Padahal , pisang goreng yang dijual di Cafe Java ini harganya terbilang sangat mahal untuk ukuran Indonesia.

Sebab untuk bisa menerima 3 potong pisang goreng , pembeli harus rela merogoh koceknya sebesar GBP3 ,5 atau jikalau dirupiahkan sebesar 69 ribu rupiah.

Kemudian untuk es cendol dijual seharga GBP3 atau 59 ribu rupiah per porsinya.

Meski banyak sekali makanan tradisional yang dijual dalam ajang Indonesian Weekend tersebut boleh dibilang sangat mahal untuk kantong orang Indonesia , namun bagi Arnaud dan warga London lainnya harga-harga yang dipatok dianggap masih terjangkau.

Memang , menu makanan yang dijual di kios-kios Indonesian Weekend dijual seharga GBP1 hingga GBP5 (Rp20 ribu - Rp100 ribu).
Tak pelak , makanan khas Indonesia tersebut diserbu pengunjung dan laris manis.
Di warung Bakso Bola-Bola misalnya , bisa menjual lebih dari 100 porsi bakso di hari pertama , dan terus bertambah di hari kedua.


Tidak hanya warga London yang menyerbu ajang festival masakan tersebut , warga Indonesia yang kebetulan tinggal di sekitar London juga berdatangan merasakan lagi makanan Indonesia ala pedagang kaki lima untuk menghilangkan rasa kangennya.
Salah satunya misalnya Gani. Yang merupakan model mengagumkan Indonesia , pemenang kompetisi Asian’s Next Top Model 2015 yang sedang menetap di London untuk menyebarkan kariernya di panggung fesyen internasional.
Begitu tahu ada program masakan khas Indoensia di London , Gani eksklusif datang.
“Saya kangen banget sama siomay , bakso , sate. Saat tahu ada program ini , gua eksklusif menyempatkan datang , tidak peduli dengan agenda diet ,” kata Gani.

Meskipun festival Indonesian Weekend ini hanya berlangsung selama 2 hari , namun boleh dikata ‘Diplomasi kuliner’ Indonesia dengan cara ini dibilang sangat sukses.
Terbukti selama dua hari festival , warga London sangat antusias dan antrian pengunjung terus mengular. Mereka juga tak segan merogoh kocek “hanya” untuk menikmati “kemewahan” rasa masakan tradisional Indonesia.

Sebab , di London atau kota-kota besar di dunia lainnya , kawasan makan mewah sangat mudah ditemukan. Tetapi makanan dengan rasa semewah makanan Indonesia , hanya bisa ditemukan selama dua hari di Indonesian Weekend.

Itulah sebabnya mereka rela membeli pisang goreng yang berharga puluhan ribu rupiah per bijinya

Lihat juga :
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Accordition