Minggu, 13 Agustus 2017

Produk Scrub Wajah Ternyata Berbahaya ? Akankah Produk Kecantikan Ini Dilarang Di Indonesia ?

| No comment
Bagi perawatan kecantikan modern , produk scrub wajah sudah merupakan salah satu produk kecantikan yang “wajib” digunakan. Mencuci dan membersihkan wajah dengan air biasa atau sabun kosmetik dianggap tidak lagi mencukupi.

Untuk bisa mengangkat dan melepaskan debu jalanan yang menempel di wajah , dipercaya akan lebih ampuh jikalau digunakan produk scrub wajah.

Hal ini dikarenakan pada kebanyakan produk Scrub wajah mengandung bulir-bulir bergairah yang berguna untuk mengangkat debu-debu yang menempel di wajah.

Tapi tahukah jikalau menggunakan produk scrub wajah bisa menjadi ancaman , terutama bagi anak cucu anda ?

Hal ini ditemukan dan diungkapkan oleh peneliti , Sebagaimana dilansir dari laman CNN Indonesia , para ilmuwan di Plymouth University telah melaksanakan penelitian wacana dampak penggunaan scrub wajah terhadap lingkungan.
Dari hasil penelitiannya , para ilmuwan menemukan bahwa kandungan bulir-bulir bergairah yang terkandung dalam produk scrub wajah ternyata bisa mencemari lingkungan , utamanya pada ekosistem laut.
Eloknya , pada setiap kali seseorang mencuci wajah dengan menggunakan produk scrub wajah maka akan terlepaskan hampir sekitar 94.500 bulir-bulir bergairah ke lautan.

Bulir bergairah atau "microbeads" ini yang sebab bentuknya yang teramat kecil ( ukurannya mikro ) menjadi sangat sulit untuk bisa disaring oleh sistem pengelolaan limbah atau IPAL sebelum dibuang ke tubuh akseptor , adalah sungai dan atau lautan.
Profesor Biologi Laut yang berjulukan Richard Thompson mengatakan :
"Begitu sulit memberikan dengan kata-kata seberapa kecilnya bulir itu dan berapa banyak yang lepas hanya dalam satu kali mencuci wajah."


Tetapi apa ancaman dari Microbeads yang terkandung dalam produk scrub wajah ?

Microbeads merupakan salah satu bentuk yang paling cepat berkembang terhadap pencemaran laut. Karena merupakan materi dengan ukuran partikel yang sangat kecil , mikrometer , microbeads sangat sulit terolah meski telah melewati system pengelolaan limbah.

Yang menjadi lebih berbahaya , microbeads dapat tergoda oleh makhluk laut. Dan setelah dimakan , microbeads ini akan bisa menyusup ke dalam rantai makanan.

Seorang pencetus Greenpeace , berjulukan Louise Edge menyatakan :
“Bulir ini pribadi turun ke terusan air dan laut. Di sana mereka dapat menimbulkan kerusakan serius pada kehidupan laut sebab tergoda atau sebab meracuni ,"
“Hewan laut dengan microbeads ini dapat berakhir dalam piring hidangan kita dan termakan. Padahal ada konsekuensi kesehatan yang belum diketahui ," imbuh Edge.
"Melarang microbeads akan menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk keberlangsungan yang lebih baik ," kata Edge lebih lanjut.

Akibat dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh microbeads yang terkandung dalam produk scrub wajah inilah maka para aktivitis Greenpeace menentang penggunaan microbeads dalam produk scrub wajah dengan melayangkan sebuah petisi yang ditandatangani lebih dari 300 ribu orang.
Dan berkat petisi dari aktivas lingkungan inilah maka kini di Amerika Serikat dan Kanada , melarang penggunaan microbeads dalam produk scrub wajah.
Para pencetus lingkungan kemudian juga mendorong pemerintah Inggris untuk mengambil sikap.

Bagaimana dengan Indonesia ?
Hingga ketika ini penggunaan produk scrub wajah yang mengandung microbeads ini masih aman-aman saja di Indonesia.

Tetapi mengingat ancaman yang bisa ditimbulkan terhadap lingkungan – ekosistem laut khususnya - tidak mustahil produk scrub wajah yang mengandung microbeads ini juga akan dilarang digunakan di kemudian hari ( entah kapan ).

Namun ternyata produk perawatan kecantikan yang mengandung materi yang bisa berbahaya bagi lingkungan ini ternyata tidak hanya ditemukan pada produk scrub wajah saja.

Pada produk pasta gigi juga ditengarai mengandung microbeads.
Anda juga perlu tahu wacana produk kecantikan ini :
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Accordition