Ada pepatah lama yang mengatakan “ jangan melihat dari SIAPA yang mengatakan tetapi APA yang dikatakan”.
Pepatah tersebut pada intinya mengajarkan bahwa ilmu dan pengetahuan bisa datang dari siapa saja , tidak peduli betapapun kondisi orangnya , tidak peduli berapapun usianya.
Dan pelajaran , ilmu dan pengetahuan tersebut mungkin bisa diambil dari seorang gadis kecil berumur 11 tahun yang gres duduk di dingklik Sekolah dasar berasal dari New York , Amerika Serikat , berjulukan Mira Modi.
Betapa tidak , ketika gadis-gadis kecil sebanyanya di aneka macam cuilan dunia masih asyik bermain – Mira Modi telah menjalankan sebuah urusan ekonomi , dimana dari bisnisnya tersebut gadis kecil ini bisa meraup penghasilan yang lebih tinggi dari rata-rata standar upah di kota New York , yang “hanya” sebesar 8 ,75 dollar /jam.
Sedangkan penghasilan Mira Modi bahkan mencapai 12 dollar. Karena kemampuannya ini , nama Mira Modi sempat menjadi pebincangan hangat di media online di Amerika sana.
Dan eloknya urusan ekonomi ini “diciptakan” Mira Modi sendiri dari hal yang tidak pernah disangka orang sebelumnya ( alasannya dianggap terlalu sepele ).
Mira Modi berhasil meraup penghasilan sebesar itu dari urusan ekonomi membuat password unik , yang diklaim sangat aman dari serangan para hacker.
Kelebihan lainnya , selain aman dan anti hacker , password buatan Mira Modi ini sangat mudah diingat oleh penggunanya.
Padahal biasanya password-password anti hacker umumnya cukup sulit untuk diingat – karena panjang dan rumitnya - sehingga sering kali harus dicatat tersendiri.
Namun meski “hanya” mengembangkan password , Mira Modi tidak melakukannya secara asal dan sembarangan.
Untuk bisa mendapatkan sebuah password yang unik dan sangat aman sesuai pesanan konsumennya , gadis kecil ini menggunakan alat pengolah data passphrase yang bermekanisme Diceware.
Apa itu Diceware , dan bagaimana ceritanya sampai Mira Modi berhasil menekuni urusan ekonomi yang kebanyakan “disepelekan” oleh banyak orang ini ?
Makara , ikuti saja ceritanya.
Pada awalnya , keeseharian Mira Modi memang tidak ada bedanya dengan gadis-gadis kecil sebanyanya yang masih suka bermain. Mira Modi juga masih senang bermain – yang karena arus teknologi – gadis kecil ini juga senang bermain gadget.
Namun , ada pepatah yang juga mengatakan bahwa “ buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”.
Ibunda Mira Modi yang berjulukan Julia Angwin merupakan seorang jurnalis di salah satu media besar di Amerika.
Karena itu , ibunda Mira Modi memang sudah terbiasa mengotak-atik gadget dan segala teknologinya , sehingga sedikit banyak Mira Modi juga mengetahui dan mengikuti apa- apa yang dilakukan oleh ibundanya.
Termasuk ketika sang ibunda memperkenalkan Mira Modi kepada sebuah teknik pembuatan password. Suatu ketika , sang ibu minta pada Modi untuk mengembangkan beberapa sandi passphrase Diceware yang akan digunakan ibundanya untuk kebutuhan sebuah penelitian.
Setelah mempelajarinya , Modi menjadi sangat tertarik , sehingga semakin berusaha mengasah kemampuannya dalam hal pembuatan password yang super aman.
Dan menyerupai kata pepatah pula , “siapa yang tekun pasti akan melihat hasilnya”.
Hasil yang dicapai Mira Modi boleh dibilang sangat luar biasa. Sehingga pada hasilnya Mira Modi yang masih duduk di Sekolah Dasar ini malah diserahi menggarap proyek-proyek milik sang bunda.
Dari situ Mira Modi mengembangkannya lagi menjadi urusan ekonomi yang unik.
Tidak hanya membuat untuk ibunya , Modi kemudian mendapatkan jasa pembuatan password unik dengan tingkat keamanan tinggi , namun mudah diingat bagi yang membutuhkan.
Dan , metode Diceware yang menjadi andalannya.
Tetapi apa itu Diceware ?
Metode Diceware merupakan salah satu teknik untuk pembuatan kata sandi Passphrase yang bentuknya jauh lebih panjang dari sandi yang biasa digunakan orang pada umumnya.
Sebuah sandi Passphrase bisa terdiri dari beberapa kata acak namun membentuk satu kalimat tanpa teladan , dimana jumlah karakternya bisa mencapai 20 sampai 40 karakter.
Sedangkan Diceware sendiri ialah suatu metode untuk mendapatkan serangkaian data berdasar hasil lemparan dadu ( Dice = dadu ).
Gambaran sederhananya menyerupai ini.
Ketika pembuat sandi melempar dadu sebanyak 5 kali lemparan untuk mendapatkan 5 angka acak , maka kelima 5 angka yang didapatkan tersebut akan dicocokkan dengan sebuah kamus khusus yang di dalamnya berisi banyak sekali kata-kata acak dalam bahasa Inggris.
Tidak hanya itu , pembuat sandi juga akan mengulangi proses di atas sampai sebanyak 6 kali sehingga didapatkan 6 kata berbeda.
Nah , susunan 6 kata terakhir inilah yang akan menjadi produk jadi dari Passphrase Diceware.
Bisa kebayang…kan..betapa rumitnya kata sandi atau password menyerupai ini.
Dengan metode pembuatan kata sandi yang begitu rumit itulah , maka password / Passphrase Diceware ini diklaim bisa menghasilkan sebuah kata sandi yang tidak hanya berpengaruh , namun sangat rumit dan sulit dipecahkan.
Dan eloknya , hanya orang yang memiliki kata sandi tersebutlah yang bisa mengetahui dan dapat dengan mudah mengingatnya.
Atas urusan ekonomi gres yang ditemukan dan ditekuninya kini , Mira Modi kini tidak hanya bisa mencukupi uang sakunya sendiri , namun bahkan telah bisa menyisihkan hasil jerih payahnya tersebut untuk ditabung.
Namun demikian , dikatakan Mira Modi mengaku tidak terlalu fokus pada berapa besar pendapatannya. Secara polos gadis kecil ini mengatakan bahwa ia bahagia dan semakin semangat karena ia bisa mendapatkan uang sendiri.
Mira Modi membuka jasa pembuatan sandi Passphrase yang ia jajakan lewat situs pribadinya dengan tarif “hanya” 2 dollar untuk sebuah kata sandi.
Karena ada begitu banyak pesanan yang masuk kepadanya , kedepannya gadis yang masih duduk di Sekolah Dasar ini berniat mengembangkan dan mempelajari lebih dalam urusan ekonomi uniknya ini.
Terlebih lagi di Amerika sendiri layanan dan urusan ekonomi digital sudah menjadi suatu kebutuhan yang wajar dalam kehidupan sehari-hari.
Nah , itulah sebuah pelajaran yang sangat berharga yang bisa dipetik dari seorang gadis yang “baru” berumur 11 tahun , Mira Modi.
Dan bisa jadi , belum dewasa ibu di rumah ada juga yang menyimpan bakat dan kemampuan yang tidak disangka , yang mungkin bisa dikembangkan di kemudian hari untuk dijadikan sebagai sebuah mata pencaharian. Sekurangnya untuk menambah uang saku bagi mereka.
Tinggal ibu yang harus pintar-pintar mencermati dan mengarahkannya. Semoga saja.
Lihat juga :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar