Kemampuan atau kecakapan seorang bayi pada dasarnya memang sangat tergantung kepada periodesasi tumbuh kembang bayi itu sendiri.
Normalnya , ketika bayi telah bertumbuh pada suatu masa atau umur atau periode tertentu maka kemampuannya akan berkembang mengikuti.
Sebaliknya ketika bayi masih berumur 2 atau 3 bulan , maka cukup mustahil untuk diajak berbicara. Apalagi diajarkan dan diajak berguru berjalan.
Kata Asmuni , hil yang mustahal.
Namun demikian ada trik-trik pelatihan tertentu yang bisa merangsang seorang bayi , untuk lebih cepat tanggap dan lebih cepat belajar.
Dengan melakukkan trik pelatihan ini , seorang bayi bisa didorong untuk melaksanakan sesuatu yang mestinya belum bisa dilakukan. Namun tentu saja kemampuan tersebut tidak jauh-jauh dari kemampuan sesuai usianya.
Mudahnya , kalau di sekolahan ibaratnya bisa disebut sebagai “program percepatan”.
Misalnya , untuk membuat bayi tersenyum.
Jika telah tiba umurnya seorang bayi memang akan dapat tersenyum sendiri.
Namun perkembangan antara bayi satu dengan lainnya bisa berbeda.
Hal mirip ini yakni wajar , yang penting tidak mengalami keterlambatan dari rentang waktu yang normal ( keterbelakangan ).
Namun dengan melaksanakan pelatihan dengan menunjukkan stimulasi tertentu , seorang bayi dapat dipacu untuk lebih cepat tanggap dan berkembang , termasuk untuk mulai tersenyum.
Sebab pada dasarnya , seorang bayi dapat merekam apa yang dilihatnya dan berupaya untuk menggandakan apa yang dilihatnya.
Dengan mengajak bayi untuk berinteraksi lebih awal dengan menstimulasi untuk tersenyum , maka bayi pada karenanya akan berusaha menggandakan senyuman tersebut.
Yang kemudian dapat menjadi sebuah gerakan reflek baginya.
Gerak Refleks sendiri merupakan suatu gerakan yang otomatis dan juga spesifik yang dapat ditimbulkan alasannya adanya rangsangan dari luar. Gerakan refleks juga akan dapat membantu tumbuh kembang bayi selanjutnya.
Padi bayi , senyum refleks biasanya akan muncul pada usia 2 bulan , dan dapat terjadi disaat bayi sedang tidur.
Dan apa sih yang tidak lebih menyenangkan daripada melihat senyuman seorang bayi ?
Nah , kalau ingin bayi anda mulai dapat tersenyum , coba lakukan 4 trik pelatihan bayi yang ini :
1. Dengan mengajak bermain Cilukba
Dengan mengajak bayi bermain cilukba , maka bayi dapat terstimulasi dan terangsang untuk tersenyum , bahkan tertawa.
2. Dengan lisan lucu dan membuat suara-suara aneh
Saat bermain dengan bayi anda – misalnya dengan bernyanyi atau bercerita – cobalah selingi dengan menampilkan lisan yang lucu dibarengi suara-suara aneh.
Biasanya ketika bayi melihat lisan yang mirip ini , ditambah bunyi yang abnormal , bayi biasanya juga akan terstimulasi untuk tersenyum.
3. Bermain-main boneka.
Jika anak anda perempuan , bermain-main boneka juga bisa menjadikannya senang sehingga tersenyum. Anda dapat memainkan boneka di hadapan bayi dan membuat boneka tersebut seolah olah dapat berbicara di hadapan bayi.
Sesekali goda bayi dengan cara menggigit atau menggelitik jari tangan atau kakinya dengan menggunakan boneka.
4. Mengayun-ayun bayi naik turun.
Coba gendong bayi lalu ayun-ayunkan naik turun ke kanan - kiri secara perlahan.
Dengan “mengkondisikan” bayi dalam suasana besar hati mirip ini , bayi biasanya akan terangsang untuk tersenyum. Terlebih dengan mengiringinya dengan lagu-lagu gembira.
Nah , itulah beberapa permainan yang dapat melatih dan merangsang bayi untuk mulai berguru tersenyum.
Anda bisa melakukannya di rumah bersama bayi anda.
Dan apa sih yang tidak lebih menyenangkan daripada melihat senyuman seorang bayi ?
Selain merangsang bayi dengan “trik” pelatihan di atas , supaya ibu lebih memahami apa yang tolong-menolong dimaui oleh bayi , ada baiknya tahu juga perihal bahasa bayi.
Sebab meskipun memang belum bisa berbicara , namun bayi ternyata juga memiliki “bahasa” tersendiri.
Lalu , mirip apa “bahasa bayi” itu ?
Ibu bisa menyimaknya di bawah ini :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar