Anak-anak muda di tahun 90-an memiliki satu kebiasaan yang kemudian menjadi sebuah tren , yang disebut dengan JJS atau jalan-jalan sore.
Yang dinamakan JJS disini yaitu sebuah kebiasaan untuk jalan-jalan kalem di sore hari selepas melaksanakan kegiatan seharian untuk refreshing , melepas penat – dan tentu saja – sembari “ngeceng”.
Saat ditanya , mengapa Jalan-jalan Sore ?
Jawabannya simple tapi cukup diplomatis : “mendingan Jalan-jalan sore daripada tidur sore-sore”.
Jawaban tersebut mungkin terdengar sekenanya , namun ternyata ada benarnya juga.
Orang bau tanah jaman dulu selalu menasehati biar jangan hingga tidur sore-sore.
Katanya ( dalam bahasa Jawa ) “ndak ilok” , alias tabu.
Mengapa ?
Padahal yang namanya tidur sore itu kan enak. Apalagi setelah penat beraktivitas seharian.
Pulang dari sekolah , kuliah atau pulang dari kerja. Nyaman rasanya.
Tidur memang merupakan salah satu kebutuhan pokok yang alami.
Tergantung dari system metabolisme masing-masing orang namun jumlah waktu tidur yang dikatakan normal yaitu 8 jam setiap harinya. Dimana sesuai metabolism alaminya pula waktu tidur yang normal yaitu di malam hari.
Ketika kurang waktu tidurnya , seseorang biasanya akan mendapat gangguan kesehatan. Demikian pula sebaliknya.
Meski terlihat nyaman , namun dari segi kesehatan tidur di sore hari tidak baik bagi kesehatan. Ada beberapa ancaman bagi yang memiliki kebiasaan tidur di sore hari , diantaranya :
1. Dapat meningkatkan kadar Kolesterol dalam tubuh
Dari beberapa penelitian terhadap responden didapatkan hasil bahwa orang dengan kebiasaan tidur di sore hari kadar kolestrolnya ternyata lebih tinggi kalau dibandingkan dengan orang yang tidak tidur disore hari.
Hal ini dikarenakan tubuh harus terhenti bekerja di ketika metabolisme tubuh sedang dalam keadaan maksimal.
2. Dapat menurunkan daya ingat
Karena masih dalam kondisi tertidur , adanya pergantian waktu dari sore ke malam hari mengakibatkan tubuh tidak mampu beradaptasi secara otomatis.
Sehingga kerap kali terjadi ketika terbangun pada malam hari , merasa agak resah “ jam berapa ini “ atau “ hari apa ini” ?
Rata-rata orang mampu mengalami disorientasi alasannya yaitu mencicipi suasana yang berbeda dari biasanya , dan mencicipi hilang ingatan sementara terhadap waktu.
3. Dapat meningkatkan resiko terkena serangan penyakit diabetes
Kebiasaan tidur di sore hari juga akan berdampak pada produksi insulin dalam tubuh. Produksi insulin akan cenderung menurun dikarena kegiatan tubuh yang berkurang.
Perubahan waktu tidur ini juga secara otomatis akan mengganggu siklus normal tubuh dalam waktu 24 jam. Akibat jangka panjang yaitu lebih beresiko terkena serangan penyakit diabetes.
4. Dapat mengakibatkan tubuh kurang fit dan lesu
Saat seseorang tidur di sore hari maka tubuh akan melewatkan perpindahan waktu dari sore hari ke malam hari sehingga otak akan “lupa” menunjukkan kode secara otomatis kepada organ tubuh.
Sehingga apabila tubuh tidak terlalu tanggap dengan hal ini maka kondisi tubuh terganggu , tubuh terasa kurang fit dan lesu.
5. Akan mengalami kesulitan tidur di malam hari.
Jika seseorang tidur di sore hari , maka biasanya akan terbangun di malam hari atau malah dini hari. Dan alasannya yaitu tubuh sudah menerima tidur , maka ketika terbangun biasanya pula tubuh akan kesulitan untuk tidur.
Ketika hal ibarat ini terjadi secara terus menerus , maka tentu saja system alami metabolisme tubuh akan terganggu.
Mengingat apa ancaman dari tidur sore di atas , alangkah baiknya tidak membiasakan diri untuk tidur di sore hari , kecuali kepepet banget.
Baca juga wacana fakta tidur :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar